Rabu, 28 Oktober 2009

Perbaikan Jalan Jatiujuh - Sumber

Sejak sekitar bulan Juli 2009, jalan Jatitujuh yang menuju Desa Sumber sedang mengalami perbaikan, terpaksa perjalanan anda terganggu karena berdebu dan berbatu. Pekerjaan besar-besaran dilakukan antara Jatitujuh dan Kampung Cipaku, hal ini dilakukan karena ruas jalan sepanjang itu sering sekali cepat rusak dikarenakan banjir yang sering melintasi jalan utama dari jalan area sawah sebelah kiri (kalau dari arah Jatitujuh), air banjir melintasi jalan menuju area sawah sebelah kanan, dikarenakan jalan yang ada sekarang lebih rendah kalau terjadi banjir.

Oleh karena itu, pihak Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Kimpraswil/Pekerjaan Umum, agar jalan lebih kuat/tahan dalam jangka waktu lama, maka dilakukan peninggian jalan dengan menyender dan menimbun bahu dan badan jalan sepanjang jalan yang mudah terkena banjir tersebut, dengan demikian pekerjaan perbaikan jalan agak memakan waktu yang relatif lama, diharapkan masyarakat pengguna jalan khususnya masyarakat Desa Pilangsari, Kampung Cipaku, Desa Jatiraga, Desa Sumber Kulon dan Wetan agar bersabar.

Masyarakat akan sangat terbantu dengan adanya perbaikan jalan tersebut, kegiatan transportasi menjadi lancar sehingga menjadikan multiplayer efek terhadap kegiatan ekonomi dan Insya Alloh membantu dalam salah satu upaya mensejahterakan masyarakat. (MS)

Selasa, 28 April 2009

Bendungan Cibuaya Di Desa Jatiraga Di Keruk

Bendungan Cibuaya di Desa Jatiraga diperdalam lagi supaya debit air untuk mengaliri sawah di 2 desa yaitu desa Sumber dan Desa Jatiraga, jadi bertambah sehingga tidak kekurangan air lagi tatkala musim kemarau tiba.

Pengerukan Bendungan tersebut sudah diusulkan jauh hari sebenarnya, namun baru terealisasi di lapangan, anggaran pengerukan dan perbaikan infarastruktur bendungan tersebut menelan dana Rp. 850.000.000,- (delapan ratus lima puluh juta), anggaran sebesar itu diperoleh dari APBN, ungkap Darum pengawas lapangan, sebelum pembangunan dilaksanakan pihak kontraktor yang berasal dari Kadipaten-Majalengka, berkoordinasi dulu dengan pemerintah desa Jatiraga.

Pengerukan tersebut sebenarnya kurang tepat dilaksanakan pada musim Tanam 2, dimana masyarakat sangat membutuhkan air untuk pengairan sawah, sebaiknya pengerukan dilakukan pada musim kemarau tatkala sawah masyarakat pengeringan. Tapi menurut penjelasan beberapa tokoh masyarakat, anggrannya turun bertepatan dengan musim tanam tersebut, kalau masih menunggu lagi anggarannya bakal dialihkan untuk pembangunan yang lainnya. akhirnya melalui rapat koordinasi dengan pemerintah desa Jatiraga, pengerukan terpaksan harus dilakukan, merupakan kesempatan, semakin cepat semakin baik.

Sementara itu untuk mengantisipasi kekurangan air, pihak P3A (Pertolongan Pertama Pada Air) atau mitra air yang di pimpin Warnudin, beliau sanggup mengantisipasinya karena Desa Jatiraga punya jatah air dari bendungan Kamun dari Kadipaten, selain itu sambil pengerukan air untuk pengairan sawah bisa diatur oleh pihak pelaksana di lapangan, dengan cara mengeruk sebagian-sebagian, jadi jatah air untuk pengairan sawah tidak terganggu.

Setelah penulis mewawancara beberapa tokoh masyarakat, mereka merasa puas dengan adanya pengerukan ini, karena dari masyarakat tidak mengeluarkan biaya, mereka merasa diperhatikan oleh pemerintah.

Namun penulis sarankan kepada kontraktor pelaksana dilapangan bekerja dengan benar sesuai dengan gambar dan dana yang dianggarkan, jangan disalahgunakan dan itu akan sangat berdosa, karena ini untuk kepentingan umum. Menurut penulis kepada pihak kontraktor pelaksana tolong beri label/plang, siapa kontraktor pelaksana, biiayanya berapa, batas waktu pelaksanaan, dll. supaya lebih kelihatan transparan.

Jumat, 13 Maret 2009

Peternakan Bebek Di Jatiraga

Peluang usaha yang masih terbuka lebar untuk ditekuni adalah beternak bebek, sangat cocok untuk dikembangkan di daerah perkampungan yang lokasi/lahannya masih sangat luas, baik ternak bebek pedaging maupun petelur, untuk mendapatkan bibit itiknya datang aja ke Bapak Rusgandi (Endus) di Desa Jatiraga, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka
, beliau mempunyai usaha penetasan telur bebek, dan menghasilkan perbulannya sebanyak 500 anak bebek, harga rata-rata per ekor kalau betina sekita Rp 5000 per ekor, tapi untuk jantannya Rp. 3000 per ekor.

Selasa, 03 Februari 2009

Majalengka Akan Jadi Kawasan Industri





Pemerintah Pusat melalui Departemen Perindustrian, pada tahun 2006 telah melakukan studi awal untuk mengkaji kelayakan Kabupaten Majalengka, sebagai kawasan industri. Kini, studi awal telah tuntas, kata Kadis Perindag Jabar, Agus Gustiar (6/10); ketika dihubungi jabar.go.id.
Agus Lebih lanjut mengatakan, dilaksanakannya proses uji kelayakan terhadap Majalengka sebagai kawasan industri dimaksudkan untuk mendukung kelancaran industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) serta memperkuat daya saing TPT.
Maksud lainnya untuk mencari solusi atas penyelesaian keseimbangan tata ruang wilayah Barat, Selatan dan Tengah Jabar, karena pengembangan kawasan industri TPT masih tersentral di wilayah Bandung Selatan, mulai Jalan Moh. Toha-Dayeuh Kolot-Majalengka, jelas Agus Gustiar.
Hal terpenting atas proses studi awal kawasan industri Majalengka yaitu diperolehnya ketepatan pilihan lokasi. Prasaratnya, rencana tersebut harus sinergis dengan rencana pembangunan infrastruktur di Majalengka sebagai kawasan aerocity, yang meliputi jalan, listrik, telekomunikasi dan air.
Pada proses studi awal tersebut, imbuh Agus, peran Pemprov. Jabar juga ada yaitu melakukan koordinasi atas tata ruang wilayah tersebut, yang dikoordinasikan oleh Distarkim Jabar.

http://jabar.go.id/user/detail_berita_umum.jsp?id=534

Minggu, 01 Februari 2009

Jatitujuh Makin Ramai

Coba perhatikan geliat kota Jatitujuh, toko-toko pinggir jalannya, bandingkan dengan dahulu, wah rada panggling lah kalau 1 tahunan tidak pulang ke Jatitujuh mah.

Kalau penulis nilai ini ada korelasinya dengan perkembangan wilayah jatitujuh kedepan dengan adanya rencana pembangunan bandara internasional dan dalam waktu dekat segera akan di bangun jalan tol antara Jakarta - Cirebon dan Bandung - Cirebon, nanti akan ketemu di daerah Jatitujuh, jadi semua orang diwilayah Majalengka kadipaten kalau mau ke Jakarta dan ke Bandung pasti ke Jatitujuh dulu, paling tidak lewat.

Dan berdasarkan kenyataan, dengan sendirinya sepanjang jalan tol bakal menjadi incaran bagi para pengusaha jasa penyedia kawasan industri dan akan diikuti berdirinya industri-industri baik itu jasa maupun manufaktur.

Penulis khawatir dengan adanya kemajuan kota baru, akan menjadikan penduduk asli jadi termarginalkan, kalau tidak antisipasi dari sekarang, disarankan kepada penduduk asli Jatitujuh jangan mudah menjual tanahnya kepada orang luar Jatitujuh, sebisa mungkin pertahankan, sebab nilai jual tanah akan sangat melambung tinggi kedepan.

Geliat kota jatitujuh tidak terlepas dari para pendatang, banyak pengusaha luar yang sudah mulai masuk kota Jatitujuh, diantaranya pengusaha keturunan asal Jatibarang, Kadipaten, Rajagaluh diantaranya toko emas, bahan bangunan, kopersi simpan pinjam, toko olah raga, elektronic, dealer motor, baso yang punya bukan orang Jatitujuh asli, sekarang warnet sudah ada 2 gerai.

Di usahakan orang Jatitujuh jangan jadi penonton di daerahnya sendiri, tetapi harus jadi pelaku usaha, dengan cara belajar terus belajar, berani mencoba, buat kumpulan modal orang kaya Jatitujuh bersatu untuk membangun Jatitujuh.

Ada baiknya orang sekecamatan Jatitujuh, khususnya yang bermodal membuat korporasi, terus membuat rencana bisnis (buisness plan), dengan memberdayakan orang Jatitujuh sebagai tenaga kerjanya, tentunya tidak mengesampingkan profesionalisme, buat buisnes plan yang bagus, proyeksi keuntungan yang jelas.

Demikian semoga menggugah kesadaran kita semua sebagai orang yang sangat cinta dengan daerah kita sendiri.

Senin, 19 Januari 2009

Caleg-Caleg DPRD Kabupaten Majalengka Yang Berasal Dari Kecamatan Jatitujuh

Sepanjang jalan baik di ibukota Jatitujuh maupun desa-desanya, banyak terpampang gambar-gambar para caleg (calon legislatif), baik itu pusat, propinsi maupun kabupaten, misalnya untuk pusat yang sangat mecolok itu Ade Firdaus, SE.MM. dari PAN (Partai Amanat Nasional) daerah pilihan Majalengka, Subang dan Sumedang, kalau terpilih lagi merupakan kali kedua beliau menjabat anggota Dewan DPR RI, caleg yang satu ini selain menjabat sebagai anggota Dewan merupakan pengusaha sukses di bidang perdagangan perhiasan emas di daerahnya di kadipaten kabupaten Majalengka.

Sedangkan Dra. Tuti Hayati, MM (mantan Bupati Majalengka) juga ikut bertandang maju ke bursa pencalonan anggota DPR RI mewakili Partai Golkar, partai yang selama ini menjadi kendaraan politiknya, dengan slogan perempuan Indonesia harus maju, daerah pilihanya meliputi kabupaten Majalengka, Subang dan Sumedang.

Sementara itu, diakar rumput dan putra daerah tidak kalah sibuk juga kasak - kusuk memasang spanduk dan membuat berbagai acara untuk menarik perhatian masa, guna memperoleh kesempatan untuk menduduki anggota legislatif di tingkat kabupaten.

Putra daerah asal kecamatan Jatitujuh yang ikut bertarung memperebutkan kursi anggota DPRD Kabupaten Majalengka meliputi daerah pilihan kecamatan Jatitujuh, ligung dan Jatiwangi diantaranya adalah :

  1. Fajar Senjaya, Spdi; calon anggota dewan dari PBB (Partai Bulan Bintang), beliau berasal dari Desa Jatiraga putranya Pak Masduki mantan Kepala Sekolah Dasar Jatiraga, pria lajang, lulusan IAIN Bandung ini, bertekad untuk menyuarakan aspirasi Umat Islam, melalui partainya yang dianggap paling kosisten menyuarakan penegakan syariat islam di Indonesia.
  2. Nurjaya; calon anggota dewan dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera), beliau berasal dari Desa Sumber, beliau merupakan salah satu tim sukses kecamatan yang berhasil mengantarkan pasangan Heriyawan dan Dede Yusuf sebagai Gubernur dan wakil, propinsi Jawa Barat, kali ini mencoba mengadu keberuntungan sebagai caleg di daerahnya.
  3. Asep Saepudin, ST; calon anggota dewan dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera), beliau berasal dari Desa Jatitengah putanya H. Bakri, merupakan pengurus PKS di Kabupaten Majalengka, sangat aktif jadi pegiat di partainya, periode sebelumnya pernah juga mencalonkan namun tidak berhasil.
  4. Piping Z. Arifin (Iping); calon anggota dewan dari PKS, beliau juga pengurus PKS di kecamatan Jatitujuh, berasal dari Desa Jatitengah adiknya H. Rosyid Kepala MTs N Jatitujuh, mencoba keberuntungan mencalonkan diri melalui PKS.
  5. Yudi Junaedi, S. Sos; calon anggota dewan dari Partai Golkar, putranya Bapak Sukara mantan kuwu Desa Jatitengah, pemilik bengkel Dara Motor Jatitujuh, juga mengadu nasib sebagai caleg di kabupaten Majalengka.
Penulis hanya berharap mudah-mudahan semua calon yang berasal dari daerah Jatitujuh, berhasil semua duduk di anggota DPRD Kabupaten Majalengka, jangan lupa terhadap janji-janji politiknya, ingat lho janji itu adalah utang yang harus di bayar, kalau tidak mampu bayar jangan mengutang, jadi !!!... Anggota dewan itu adalah tukang utang, utang terhadap realisasi dari janji-janji politiknya.

Minggu, 18 Januari 2009

Desa Jatiraga di Bagi Kompor dan Tabung Gas Gratis

Minggu (18-01-2009), Giliran Desa Jatiraga dibagi tabung dan kompor gas gratis yang sebelumnya desa-desa lain di seluruh kecamatan jatitujuh sudah mendapatkannya.

Masyarakat sangat antusias mengantri di balai desa Jatiraga untuk mendapatkan tabung dan kompor gas, dari percakapan beberapa masyarakat tergambar mereka sangat kebingungan dan merasa ketakutan cara penggunaannya, misalnya Bo Darmi (tukang lotek pasosonten), gimana katanya nih tabung gas "abdi mah bingung kumaha cara makena sieun ngabeledug" (saya bingung bagaimana cara menggunakannya takut meledak).

Menjelang sore di teras rumah, banyak warga yang memasang kompor gas, mereka saling tukar pengalaman cara memasangnya, penulis juga sibuk membantu warga untuk memasangkannya. ada beberapa kompor gas yang tidak mau menyala walaupun cara pemasangan sudah benar, tapi untungnya pihak Desa Jatiraga, menanggapi komplain dari masyarakat sehingga mengganti kompor warga yang tidak bisa digunakan dengan kompor yang bisa digunakan.

Akhirnya warga Desa Jatiraga, menikmati memasak denga peralatan yang sebelumnya dianggap mahal dan tidak terjangkau, syukurlah pemerintah ada perhatian terhadap mereka. sehingga terlihat keceriaan pada muka masyarakat, sejenak terlupa padahal kedepan mungkin menyulitkan dari segi ekonomi mereka, karena harus isi ulang.

Selain itu, masyarakat lupa akan kesulitan yang mereka alamai sekarang, maklum musim paceklik, serba susah, geliat ekonomi masyarakat sangat lemah, karena tahun sebelumnya mengalami 2 (dua) kali (musim rendeng dan kemarau) gagal panen akibat hama tikus menyerang lahan persawahan warga.

Sementara pembagian gas berlangsung. diseluruh Kecamatan Jatitujuh minyak tanah langka, warga hanya diperbolehkan membeli dari agen hanya 2 liter saja, mungkin juga ini strategi dari pemerintah untuk mengalihkan secara perlahan ketergantungan masyarakat terhadap energi yang bersumber dari minyak tanah ke gas.

Namun penulis sarankan kepada warga, bahwa sumber energi itu bukan dari minyak tanah dan gas saja, untuk menghemat masih bisa lah menggunakan kayu bakar untuk memasak, tapi juga jangan menggunakan kayu bakar secara sembarangan misalnya banyak menebang pohon, itu akan menganggu lingkungan sekitar.

Dalam menggunakan kayu bakar sebaiknya warga membuat dapur terpisah dari rumah utama, karena asap yang ditimbulkan akibat pembakaran kayu akan sangat mengganggu.

Dengan pembagian kompor gas semoga menjadi pemicu bagi warga untuk semakin giat dan rajin dalam bekerja dan berusaha, supaya bisa isi ulang gas.

Abdimedia.com (AMO) = Hot News Headline Animator