Rabu, 05 November 2008

PG. Jatitujuh Terbaik Bidang Revitalisasi Tahun 2007 Versi Forum Masyarakat Gula Indonesia (FMGI)

RNI TINGKATKAN DAYA SAING DAN PRODUKSI GULA

Jakarta, 25 Juni 2008, Memperhatikan pertambahan luas lahan kebun tebu secara nasional setiap tahun mencapai 5% termasuk perbaikan kualitas tebu, diharapkan produksi gula nasional akan mampu memenuhi kebutuhan gula dalam negeri. Dengan analisa yang cukup sederhana, dari data tingkat konsumsi gula per kapita penduduk Indonesia hanya sebesar 30 gram sehari atau 10 kg per tahun, dengan dikalikan jumlah perkiraan penduduk Indonesia sebesar 230 juta, maka kebutuhan konsumsi gula adalah 2,3 juta ton. Sementara itu dengan adanya program revitalisasi produksi gula nasional maka diperkirakan produksi meningkat mencapai 2,7 juta ton untuk tahun 2009.

Kinerja PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), perusahaan dengan produk utamanya adalah gula, melalui Program Revitalisasi terus mencatat kemajuan berarti dalam peningkatan produksi gula. Hal ini tercapai berkat strategi yang tepat dengan perbaikan kinerja di kebun (On Farm) dan Kinerja di Pabrik Gula (Off Farm). Program Revitalisasi ini dilakukan di 9 Pabrik Gula milik RNI yang berlokasi di Jawa Barat dan Jawa Timur dengan target peningkatan produksi gula putih (White Sugar) sebesar 12,50 % dari 320.232 ton menjadi 430.444 ton di tahun 2009. Total kapasitas giling Pabrik Gula meningkat dari 27.699 TCD menjadi 38.500 TCD dan kebun tebu diperluas (Extensifikasi) dari sebelumnya 54.056 ha menjadi 60.935 ha di tahun 2009. Begitu juga dengan peningkatan rendemen dari 7,01% menjadi 7,96%.

PG Jatitujuh sebagai salah satu Pabrik Gula penerima penghargaan dalam bidang Revitalisasi sebagai Pabrik Gula Terbaik Tahun 2007 versi Forum Masyarakat Gula Indonesia (FMGI). PG Jatitujuh yang saat ini sedang melaksanakan giling dengan mesin–mesin program revitasilisasi, telah mampu meningkatkan kapasitas giling pabrik hingga 5000 TCD, dan tahun 2009 meningkat hingga 6000 TCD, dengan total dana investasi + 106 Milyar. Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia, Bapak Bambang Prijono Basoeki mengatakan dengan kapasitas 6.000 TCD mampu menggiling tebu sebanyak 733.359 ton atau jumlah gula yang dihasilkan diharapkan mencapai 60.135 ton dengan rendemen mencapai 8,20%. Walaupun di Tahun 2008 Program Revitalisasi ini menemui kendala dengan sumber dana yang ada, PG Jatitujuh mampu melaksanakannya seiring dengan jadwal masa perawatan pabrik.

Sasaran Program Revitalisasi Pabrik Gula PT RNI adalah diharapkan mampu bersaing dengan produk sejenis, oleh karenanya RNI akan tetap focus pada industri berbasis tebu bukan hanya industri yang menghasilkan gula saja. Penciptaan By Product dan Value Creation merupakan strategi perusahaan yang terus dilakukan secara simultan. Di PG Jatitujuh bisa ditemukan hasil pengolahan limbah tebu menjadi produk – produk yang bernilai ekonomis.

Tidak jauh dari lokasi Pabrik Gula Jatitujuh terdapat sebuah pabrik pengolahan ampas tebu menjadi kanvas rem dengan kualitas yang dapat diandalkan. Selain itu terdapat pula Pabrik Pengolahan Pakan Ternak yang berasal dari pucuk tebu yang menghasilkan produk pakan ternak berkualitas ekspor diantaranya ke negara Korea dan Jepang. Tidak hanya itu, Pabrik Gula Jatitujuh yang dibangun pada tahun 1977 – 1978 oleh Kontraktor Perancis Fives Cail Babcock (FCB) terdapat fasilitas Puslitagro yang menghasilkan varietas bibit tebu dan pupuk organik yang dipakai untuk kepentingan sendiri maupun dijual ke pihak luar. Pemanfaatan lahan – lahan yang tidak sesuai peruntukan tanaman tebu ditanami untuk tanaman holtikultura yang menghasilkan mangga dan jeruk

Sekilas tentang RNI

PT Rajawali Nusantara Indonesia berawal dari perusahaan perdagangan hasil bumi Kian Gwan Company Indonesia Limited NV di Semarang. Pada tahun 1961 diambil alih oleh Pemerintah dan pada tahun 1964 perusahaan itu berubah namanya menjadi PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

PT RNI merupakan perusahaan induk (Holding Company) yang bergerak dalam tiga bidang utama yaitu Agroindustri, Farmasi dan Alat Kesehatan serta bidang lain yaitu Perdagangan dan Distribusi. Pada saat ini PT RNI sebagai Holding Company mempunyai 15 Anak Perusahaan dan 3 Cucu Perusahaan. Dalambidang Agro Industri PT RNI memiliki beberapa Pabrik Gula yang berada di Pulau Jawa dan di Sulawesi Utara, serta memiliki Perkebunan Sawit dan Teh dan beberapa Pabrik Pengolahan produk hulu dan samping yang berbasis tebu. Diantaranya yaitu Pabrik Pakan Ternak, Pabrik Particle Board, Kanvas Rem, Pabrik Alkohol, dan Pabrik Pengolahan Pupuk Campuran (mixed). Dibidang farmasi dan alat kesehatan meliput pabrik obat, pabrik alat suntik dan kondom serta pabrik rontgen dan peralatan X-ray. Dan di bidang perdagangan dan distribusi memiliki kantor cabang di kota – kota besar seluruh Indonesia.


Keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi :
Budi Perbawa Aji
Corporate Communication Manager
PT Rajawali Nusantara Indonesia
Tel. 62 21 252 3820, 2523830
Fakx + 6221 520 2827
Email : bp.aji@rni.co.id
HP. 0816 796 307

Tidak ada komentar:

Abdimedia.com (AMO) = Hot News Headline Animator